- Rambutnya yang semakin membotak. Rambut botak adalah sebuah perkara sensitive bagi lelaki. Tak ada yang ingin mengalami rambut rontok apalagi botak. Lelaki tampan dengan rambut botak nampak seperti professor tua berkacamata yang menghabiskan hidupnya hanya di laboratorium saja. Membuat guyonan mengenai rambut botak tak akan membuat mereka terhibur
- Penghasilan yang lebih sedikit. Mungkin bagi wanita yang berpenghasilan tinggi ini bukan masalah sepanjang mereka mampu melakukannya. Tapi ini adalah harga diri bagi lelaki. Tanpa sadar mereka menganggap hubungan mereka diukur dari sejauh mana penghasilan yang mereka peroleh. Jadi jangan anggap remeh guyonan tentang sejauh mana pendapatan suami terhadap rumah tangga. Bukan berarti mereka tak mau mengakui kemampuan anda melainkan mereka hanya tidak mau anda remehkan.
- Bagian-bagian tubuhnya. Ehm….membicarakan masalah organ vital reproduksi pasangan anda adalah suatu hal yang rawan. Dia bisa tersinggung dengan omongan anda apalagi jika anda sengaja membikin guyon mengenai “Mr.P” nya, entah itu dari ukurannya, warnanya atau bentuknya.
Tiga hal ini memang perlu diperhatikan jika anda ingin membuat guyonan. Jika dilakukan pada saat yang tak tepat dan topic yang tak tepat, akibatnya akan membuat renggang hubungan. Mengapa bisa sejauh itu? Rasa tersinggung akan menyebabkan pasangan enggan mendekat. Jika terus menerus berulang, tak menjamin hubungan akan harmonis bukan?


